Berita

    Ini Lho Sebab Mobil Indonesia Pakai Setir Kanan

    Letak lingkar kemudi di dunia ada dua yaitu kiri dan kanan. Meski umumnya di dunia meletakkan setirnya di kiri, namun di Indonesia dan beberapa negara lain seperti Malaysia, dan India lebih memilih untuk menggunakan setir kanan.

    Lantas sebenarnya apa yang melatar belakangi perbedaan posisi setir pada setiap negara? Jawabannya adalah sejarah. Setiap negara memiliki sejarahnya sendiri-sendiri dan itu menjadi penentu dari posisi setir kendaraan.

    Sejatinya, asal-usul setir kanan berawal dari Inggris yang terpengaruh oleh Romawi. Ketika itu, hampir semua aktivitas yang dilakukan oleh tentara Romawi dilakukan dengan tangan kanan. Saat berperang, tangan kiri digunakan untuk mengendalikan kuda sementara semua aktivitas bersentara dilakukan dengan tangan kanan

    Kondisi ini membuat tentara Romawi ketika itu selalu berjalan di jalur sebelah kiri dan kondisi tersebut mempengaruhi kebiasaan masyarakat Inggris. Oleh karena itu, hingga sekarang pun Inggris masih menerapkan berjalan di lajur sebelah kiri.

    Aturan berkendara di jalur kiri pun rupanya dibawa Inggris ke Jepang. Hal ini dilakukan ketika Inggris melakukan perancangan desain kereta di Jepang. Oleh karenanya, di Jepang pun muncul aturan yang mewajibkan masyarakatnya berkendara di sebelah kiri. Dengan berkendara di sebelah kiri maka secara otomatis posisi setir berada di sebelah kanan.

    Lantas bagaimana dengan Indonesia? Belanda sebenarnya lebih banyak memberi pengaruh pada Indonesia. Ketika awal masa penjajahan, Belanda menerapkan sistem jalur sebelah kiri. Namun setelah Belanda dijajah Perancis maka ada perubahan jalur menjadi sebelah kanan. Perubahan tersebut tidak dibawa Belanda ke negara-negara jajahannya termasuk Indonesia.

    Setelah masa penjajahan Belanda, Indonesia pun sempat dijajah Inggris dan Jepang. Namun kedua negara tersebut memang masih menggunakan jalur sebelah kiri dan kemudi di sebelah kanan. Oleh karena itulah Indonesia hingga kini masih menganut jalur sebelah kiri dengan sistem kemudi di sebelah kanan.

    Lantas bagaimana dengan jalan di jalur kanan dan setir sebelah kiri? Sejarah mencatat bahwa ini terjadi karena kebiasaan orang Amerika yang pada zaman dahulu lebih sering menggunakan pedati. Ketika itu biasanya kusir duduk disebelah kiri dan tangan kanannya digunakan untuk memegang cabuk. Dengan ini maka berkendara di sisi kanan pun menjadi yang paling ideal. Kondisi ini terus berlangsung hingga transportasi kini sudah berubah menjadi mobil.

    Lantas apakah bisa sebuah negara bisa mengubah aturan jalur kendaraan? Jawabannya adalah bisa, hal ini sudah terbukti pada Belanda dan Swedia yang melakukan pengubahan jalur kendaraan dan posisi kemudi kendaraan. Namun tentunya semua itu bukanlah hal yang sederhana, khususnya bila dilakukan sekarang.

    Hal ini karena infrastruktur jalanan sudah terbentuk mulai dari jalan itu sendiri, desain jalan, hingga rambu-rambu lalu lintas. Tak hanya itu, masyarakat juga harus melakukan pembiasaan lagi dari awal agar tidak kaget dengan posisi mengemudi yang berbeda. Tentunya keputusan untuk melakukan pergantian bukanlah hal yang mudah dan bisa dilakukan secara instan.

    Secara umum, kebanyakan negara menggunakan posisi setir di kiri namun bukan berarti lantas pabrikan mobil melupakan negara-negara dengan setir kanan. Suzuki misalnya, tetap memperhatikan negara-negara yang menyematkan setir di sebelah kanan.

    Bahkan menariknya lagi, Indonesia bahkan dipusatkan untuk menjadi salah satu produksi kendaraan Suzuki. Tentunya ini membuktikan bahwa meski Indonesia adalah negara dengan posisi setir sebelah kanan, bukan berarti produk-produknya tidak bisa diterima oleh masyarakat dunia.

    Selain itu juga , untuk anda yang tinggal di wilayah Sumatera Barat bisa mengunjungi website https://suzukiepmsumbar.co.id/  untuk mendapatkan promo menarik yang sangat spesial tentunya.