Dampak Membiarkan Karet Pintu Bagasi Rusak Terlalu Lama
Kondisi karet pintu bagasi bisa rusak seiring berjalannya waktu. Kerusakan tersebut harus segera ditangani mengingat karet pintu bagasi adalah salah satu komponen yang berfungsi sebagai perapat antara pintu bagasi dan bodi mobil.
Meski ukurannya relatif kecil komponen ini memiliki peran penting dalam mencegah masuknya air, debu, maupun suara dari luar kendaraan.
Maka dari itu Anda harus segera mengambil tindakan saat karet pintu bagasi mengalami kerusakan. Jika tidak, Anda harus menghadapi beberapa dampak merugikan. Apa saja?
Dampak Tidak Segera Memperbaiki Karet Pintu Bagasi
Komponen karet pintu bagasi yang terpapar panas matahari, hujan, perubahan suhu, dan tekanan saat pintu dibuka maupun ditutup, karet bagasi akan mengeras, retak, dan sobek, atau kehilangan elastisitas.
Jika kerusakan ini Anda biarkan maka siap-siap mengalami dampak berikut:
-
Air Akan Masuk ke Dalam Kabin
Karet pintu bagasi yang mengalami kerusakan bisa menyebabkan air hujan atau air cuci mobil masuk ke dalam kabin. Selain bertugas sebagai peredam kebisingan, karet pintu bagasi juga sebagai penyekat air agar tidak sampai masuk ke dalam kabin.
Biasanya karet yang sudah rusak kondisinya akan sobek, getas, dan pecah-pecah. Kondisi tersebut menciptakan celah sehingga air bisa masuk ke dalam kabin.
Masalahnya air tersebut menyebabkan karpet dan trim pintu menjadi basah. Sehingga kenyamanan selama berkendara akan berkurang.
-
Gas Buang Masuk ke Kabin
Kerusakan pada karet pintu bagasi biasanya ditandai dengan adanya bau knalpot atau gas buang yang masuk ke dalam kabin mobil.
Posisi knalpot mobil sendiri berada di bagian bawah pintu bagasi belakang. Apabila karetnya sudah sobek atau bolong, maka gas buang akan tercium hingga pengemudi.
-
Suara dalam Kabin Berisik
Selain menyebabkan air dan gas buang masuk kabin, dampak lainnya adalah munculnya suara yang berisik hingga masuk ke dalam kabin.
Jika sudah demikian maka perlu mengganti karet pintu. Untuk memilih karet pintu bagasi, pastikan ukurannya sesuai dengan spesifikasi mobil Anda.
-
Debu dan Kotoran Mudah Masuk Kabin
Karet yang sudah tidak mampu menutup secara rapat akan mempermudah debu masuk ke area bagasi. Hal ini lebih sering terjadi pada mobil yang sering melintasi jalan berdebu atau belum beraspal.
Debu yang terus masuk akan menumpuk pada karpet, panel interior, hingga sela-sela bagasi. Selain membuat interior lebih cepat kotor, penumpukan debu juga membuat proses pembersihan menjadi lebih sulit jika Anda biarkan terlalu lama.
-
Muncul Bau Apek dan Risiko Jamur
Air yang masuk ke dalam bagasi sering kali tidak langsung terlihat karena terserap oleh karpet atau lapisan peredam di bawahnya. Kelembapan yang terus bertahan menjadi lingkungan ideal bagi pertumbuhan jamur dan bakteri.
Akibatnya, muncul bau apek di dalam kabin mobil yang sulit untuk dihilangkan. Dalam jangka panjang, jamur bisa merusak material pelapis bagasi dan menurunkan kenyamanan dalam berkendara.
-
Bagasi Berpotensi Mengalami Korosi
Air yang terus menerus masuk ke area bagasi bisa menggenang pada bagian tertentu yang sulit terlihat. Jika kelembapan berlangsung dalam waktu lama, bagian logam pada lantai bagasi berisiko mengalami korosi atau karat.
Korosi yang tidak segera Anda tangani akan menyebar ke area lain dan membutuhkan biaya perbaikan lebih besar dibandingkan mengganti karet pintu bagai sejak awal.
Pemeriksaan rutin pada karet pintu bagasi dapat membantu mendeteksi kerusakan sejak dini/ Seperti retakan, sobekan, atau karet mengeras.
Bersihkan karet secara berkala dari debu dan kotoran menggunakan kain lembut dan hindari menutup bagasi dengan hentakan terlalu keras.
Penggunaan dan perawatan yang tepat akan membantu mempertahankan kualitas karet pintu bagasi agar lebih awet. Dapatkan berbagai informasi perawatan kendaraan lainnya hanya di https://suzuki.elangperkasamotor.co.id/.